Tuesday, 26 May 2015

TIPS LOLOS SELEKSI PENGAJAR MUDA, INDONESIA MENGAJAR

Kemarin, tanggal 25 bulan 5 tahun 2015, saya mengikuti roadshow Indonesia mengajar angkatan XI di Universitas Negeri Makassar sebagai pembicara. Acara yang terselenggara atas kerja sama IM dengan Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar ini dihadiri bukan hanya mahasiswa UNM selaku tuan rumah, tetapi juga oleh mahasiswa dari kampus lain di Makassar seperti UNHAS dan UIN Alauddin. Sungguh luar biasa rasanya bisa berada dalam forum yang dihadiri oleh anak-anak muda yang semangatnya begitu bergelora untuk mengabdi kepada bangsa dan negaranya.

Sebenarnya, sejak purna tugas sebagai Pengajar Muda angkatan IV pada tahun 2013, saya telah beberapa kali menjadi pembicara pada beberapa seminar, yakni di hadapan ratusan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi UNM, guru-guru se-Sulselbar pada seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Career Development Center UNM, dan yang terakhir pada pelatihan calon guru SM3T. Namun, semua acara tersebut saya hadiri atas nama pribadi yang memiliki pengalaman sebagai Pengajar Muda. Baru kali kemarin saya ikut acara IM secara resmi sebagai narasumber.

Selalu terasa emosional melihat mereka yang bergelora semangatnya untuk mengabdi sebagai voluntir di daerah tertinggal. Bahkan hati saya bergetar ketika menonton kembali video pelepasan Pengajar Muda di youtube yang ditampilkan oleh panitia roadshow. Pengalaman sekitar tiga tahun lalu masih begitu baru dalam ingatanku. Suara lantang semangat Calon Pengajar Muda saat latihan di Batujajar masih terdengar dengan jelas di telingaku. Gulungan ombak menyapu pasir putih dan tawa ceria anak-anakku di Pulau Gili begitu indah dalam memoriku. Itulah sebabnya, saya menjawab pertanyaan dari host dan peserta roadshow dengan suara dan mimik yang ekspresif. Bahkan mungkin paling keras diantara para narasumber yang lain.

Saya sempat bercerita tentang pengalaman saya di pulau selama setahun lebih, tetapi ceritanya hanya secara garis besar saja. Waktu tiga jam tidak cukup rasanya untuk mengungkapkan suka dukanya. Bahkan buku pengalaman yang saya tulis, Si Guru Bantu, melampaui 700 halaman, yang pada akhirnya saya potong sebagian agar biaya produksinya lebih murah. Akhirnya tinggallah hanya 235 halaman.

Sebuah hal menarik yang ditanyakan oleh peserta pada saat roadshow ini adalah mengenai cara lolos Indonesia Mengajar. Rasanya jawaban saya perlu saya informasikan kepada para pembaca khususnya bagi mereka yang ingin menjadi Pengajar Muda. Informasi ini sangat penting karena menurut saya sangat banyak orang yang berkualitas dan minatnya sangat besar untuk menjadi PM tetapi tidak lolos karena tidak melalui seleksi dengan baik.

Essay dan Wawancara

Satu-satunya cara untuk menjadi PM adalah melolosi seleksinya. Nah, melolosi seleksinya itu yang relatif sulit. Dalam hal ini, yang paling penting adalah mengetahui syarat dan cara pendaftarannya. Hal ini mudah karena bisa dilihat di websitenya. Mereka yang benar-benar ini menjadi PM tentunya akan sering mencari info tentang IM dengan cara mengunjungi websitenya.

Jangan habiskan waktu anda hanya untuk menanyakan kepada orang lain bagaimana cara mendaftar IM. Saya rasa hal ini juga berlaku untuk institusi lain misalnya mendaftar beasiswa. Informasi sudah tertera di website tinggal kita bagaimana memanfaatkan kuota internet dengan baik. Jika kebanyakan bertanya kepada orang lain hal-hal yang sudah tertera jelas di website, bisa jadi kita terkesan tidak ingin mencari tahu. Kecuali jika informasi itu kurang jelas.

Saya tidak tahu pasti syarat detail perekrutan IM saat ini. Mungkin telah terjadi beberapa perbedaan pada masa saya mendaftar. Yang mutlak adalah calon Pengajar Muda sudah sarjana, belum menikah dan siap tidak menikah selama masa penugasan. Tenang saja, ini cuma setahun, kok. Yang bikin stress itu kalo tidak menikah selamanya.

Adapula syarat lain yang ditetapkan misalnya IPK minimal 3.0 dan umur tidak boleh lebih 25 tahun — mungkin masih ada syarat yang lain. Inilah yang menjadi syarat waktu saya mengikuti seleksi. Sepertinya, persyaratan ini masih berlaku hingga saat ini.

Banyak orang yang ciut nyalinya karena syarat IPK dan umur tidak terpenuhi. Parahnya, hal ini tidak bisa dirubah misalnya menjadi lebih muda. Beda dengan pengalaman organisasi, anda masih bisa berorganisasi pasca kuliah dan akhirnya CV anda bisa menjadi lebih panjang.

Padahal, jika kemauan anda besar untuk menjadi PM, daftar saja karena pengalaman saya, saya punya teman yang IPK nya biasa-biasa saja dan umurnya “offside” dari 25 tahun, tetapi lolos bersama dengan saya. Hal ini karena mereka bisa meyakinkan pihak penyeleksi. Orang-orang seperti ini, yang melampau batas-batas, adalah orang-orang hebat. Mereka tidak ciut oleh aturan. Mereka bernegosiasi dengan luar biasa.

Nah, jika telah memenuhi syarat, maka ikutilah seleksi tahap awal yaitu seleksi berkas yang diisi via online. Anda tidak perlu khawatir karena isian online-nya tidak susah. Tinggal mengisi data sesuai dengan data pribadi anda dan saya yakin data diri anda pasti dihapal mati, misalnya nama dan tanggal lahir. Yang perlu diperhatikan dengan baik adalah pengisian essai. Kalau tidak salah ingat, ada 12 essai pada saat saya diseleksi. Sebenarnya essai juga relatif gampang karena pertanyaannya sudah ada. Tinggal anda menjawabnya dalam bentuk uraian dengan jumlah maksimal kata yang telah ditetapkan.

Nah, persoalannya adalah, bagaimana cara kita menulis essai yang powerful. Saya katakan kepada peserta bahwa essai yang mereka akan tulis harus menginformasikan kepada penilai bahwa mereka memiliki keterampilan problem solving, resilience, dan gaining commitment. Jadi, cerita yang mereka tuliskan adalah cerita yang memuat pesan bahwa mereka adalah orang yang memiliki kompetensi-kompetensi di atas.


Nah, timbul sebuah pertanyaan. Mengapa tiga komponen informasi tadi penting ditampilkan? Hal ini karena IM menginginkan Pengajar Muda yang memiliki tiga kompetensi itu. Mereka akan dihadapkan pada masalah setiap harinya di lokasi penempatan yang tingkat kesukarannya bisa jadi jauh lebih sulit dari kehidupan kampus atau kerja. Masalahnya bermacam-macam, bisa berupa kurangnya fasilitas, ditolak masyarakat, aparat yang tidak mendukung, dan masih banyak lagi. Mereka dituntut mampu memecahkan masalah itu.

Saya yakin masih banyak lagi kompetensi yang harus dimiliki para Pengajar Muda. Semakin anda tahu kompetensi apa itu, maka semakin mudah anda untuk menampilkan kualitas anda yang sesuai karakter Pengajar Muda. Cara yang saya anjurkan untuk mengetahui karakter-karakter tersebut yaitu dengan mengunjungi web IM serta membaca cerita para Pengajar Muda.

Namun demikian, Pengajar Muda bukan supermen yang akan menyelesaikan masalah sendiri. Mereka harus mampu mengajak orang lain di lokasi penempatan untuk sama-sama mengatasi masalah itu. Pada akhirnya adalah sikap tahan banting. Karena jika PM-nya cengeng, bisa jadi mereka selesai sebelum waktunya.

Pendaftar mesti menulis sebuah essai yang menguraikan sebuah permasalahan yang dia hadapi dalam kehidupan masyarakatnya atau di organisasinya. Lalu, dia mengutarakan perannya dalam komunitas tersebut. Selanjutnya apa yang dia lakukan dalam menyelesaikan masalah dan yang mesti dicantumkan juga adalah apa dampak positif yang atas tindakannya itu. Bagaimanakah dia terlibat dalam penyelesaian masalah tersebut.

Banyak peserta yang hanya menuliskan pengalaman hebatnya misalnya jabatan tinggi seperti ketua atau presiden pada sebuah organisasi, atau mungkin prestasi gemilang hingga level international. Tetapi mereka lupa menulis apa yang dia lakukan dan apa dampak positif dari pengalamannya itu. Sebagai ilustrasi, mungkin ada yang merasa essainya akan bagus dengan menulis dirinya sebagai ketua umum sebuah lembaga kemahasiswaan selama setahun dan mendapatkan banyak prestasi untuk lembaganya. Padahal belum tentu demikian.

Akan lebih berbobot essainya jika ia menulis masalah yang tejadi di organisasinya, misalnya terjadi konflik internal yang membuat organisasi terancam bubar. Dengan perannya sebagai ketua umum, dia melakukan mediasi dan hasilnya pihak yang berkonflik menjadi damai dan organisasinya kembali stabil. Ini hanya contoh sederhana.

Jadi bukan faktor penentu anda ketua atau hanya anggota. Jangan berpikir pengalaman tidak pernah menjadi top leader di organisasi menghilangkan kemungkinan untuk lolos. Yang penting adalah bagaimana anda meyakinkan penilai dengan cerita yang mengandung empat komponen di atas. Komponen essai ini dikenal dengan istilah situation, task, action, and result yang disingkat STAR. Semakin besar masalahnya, semakin vital perannya, semakin tidak biasa usahanya, dan semakin besar impaknya, maka semakin besar pula peluang untuk mendapatkan nilai bagus, yang berarti kemungkinan lolos juga lebih besar.

Tips yang sama juga berlaku untuk sesi wawancara. Bedanya adalah, melalui essai kita bercerita secara tertulis sedangkan pada wawancara secara verbal. Namun intinya sama, jelaskan bagaimana anda menjadi problem solver, tahan banting, dan mampu melibatkan orang lain untuk bergerak. Semua ini dijelaskan dengan prinsip STAR.

Saya pikir, tips ini juga aplikatif untuk semua seleksi, misalnya seleksi menjadi karyawan pada perusahaan-perusahaan ternama. Hal ini saya rasakan ketika mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Saya bercerita dengan prinsip STAR di atas. Alhamdulillah saya lolos beasiswa ini walaupun seleksinya sangat ketat.

Ada model pertanyaan yang lain yang tidak mengeksplor peran anda di masyarakat. Sebagai contoh apa kekurangan dan kelebihan anda. Untuk pertanyaan seperti ini, jangan ragu untuk menjawabnya. Jika menjelaskan kekurangan, barengi dengan apa tindakanmu untuk mengatasi kelemahan itu. Tidak menjawab dengan jelas bisa jadi mengindikasikan anda tidak mengenal diri sendiri.

Jawablah essai dan pertanyaan lainnya dengan jujur dan tulus. Tidak usah memberikan cerita yang super dramatis dan heroik tapi tidak jujur karena penilai/pewawancara bisa mengetahui hal itu. Atau paling tidak, ketika anda lulus, akan kelihatan anda tidak setangguh dengan cerita yang anda tuliskan.

Terakhir, essai ini ditulis tidak dalam keadaan terburu-buru. Maka dari itu, hindari memulai menulis pada saat deadline. Luangkan waktu untuk mereview essai, jika perlu, minta beberapa teman yang anda percaya untuk membacanya. Revisi jika ada yang perlu direvisi. Jika kawan-kawan anda itu tidak berkerut dahinya karena bingung, jika mata teman anda berbinar karena terinspirasi, dan jika teman ada jujur mengatakan essai anda bagus, maka saya yakin juri pun akan mengatakan pendapat yang sama.

Sebagai contoh yang mungkin bisa menginspirasi Anda, essay yang saya gunakan untuk pendaftaran Penagajar Muda angkatan ke-empat bisa dilihat disini.

Praktek Mengajar

Namanya Pengajar Muda sudah pasti pekerjaan utamanya adalah mengajar, walau pada akhirnya tugas diluar itu akan bermunculan baik satu per satu maupun bersamaan. Oleh karena itu, praktek mengajar menjadi penilaian saat seleksi. IM ingin melihat potensi kecakapan anda mengajar.

Praktek mengajar dan wawancara dan mungkin ada tes lain diujikan pada tahap kedua yang disebut direct assessment. Berarti, untuk bisa sampai pada tahap ini peserta harus melewati seleksi tahap satu yang diteskan secara online tadi.

Nah, biasanya peserta akan diminta menyiapkan sebuah topik/materi tingkat SD untuk diajarkan pada saat seleksi. Uniknya, yang diajar adalah teman-teman sesama peserta dan para alumni PM yang berpura-pura sebagai siswa SD dalam sebuah ruang kelas. Biasanya mereka hadir karena kebetulan dekat dengan lokasi tes. Tantangannya adalah walaupun para peserta bukan lagi anak-anak — ada yang gondrong dan berjenggot lebat — mereka bertingkah seolah-olah anak SD. Ada yang menangis, berlari, mengganggu temannya, mau pipis, mau main, mau pulang, dan lain sebagainya.

Pada tahap ini, penting untuk menguasai materi yang diajarkan. Hal ini tidak sulit karena anda bisa memilih materi yang paling disukai dan latihan jauh hari sebelum tes. Anda juga bisa menyiapkan alat bantu pembelajaran. Bagusnya yang sederhana saja yang terbuat dari bahan bekas yang mudah didapatkan karena pada saat anda mengajar nantinya sebagai PM, mungkin fasilitas sekolah tidak lengkap. Saat tes dulu, saya menggunakan karton yang saya model menjadi denah.

Walaupun penguasaan materi penting, pengelolaan kelas jauh lebih penting. Anda mesti menunjukkan bahwa anda mampu mengelola kelas yang super ribut. Jadi, jangan sampai ada siswa anda yang keluar sembarangan tampa minta izin. Atau jangan sampai kelas anda bubar akibat keonaran para siswa.

Berdoa

Upaya yang tidak boleh dilupakan dalam setiap usaha adalah berdoa. Jika anda mendaftar IM tentunya anda yakin bahwa IM ini yang terbaik untuk anda daftar. Maka daftarlah dengan setulus hati dengan niat karena ingin mendapatkan keridhaan Tuhan. Jika memang benar-benar ini terbaik buat anda, maka niscaya Tuhan akan meloloskan. Sebaliknya, jika tidak lolos, mungkin menjadi PM bukanlah yang terbaik bagi anda untuk saat ini.

Luruskan kembali niat. Dengan niat yang baik saja akan mendapatkan pahala. Jika niat tersebut dikabulkan, anda akan merasakan dampak yang sangat luar biasa menjadi PM. Saya merasa bahwa ilmu dan wawasan saya meningkat pesat dibandingkan sebelum menjadi PM, teman-teman super hebat bertambah semakin banyak dan tersebar di Indonesia, optimisme pun semakin menguat, dan yang lebih penting lagi adalah saya mempunyai pengalaman memahami akar rumput bangsa Indonesia. Alhamdulillah saya bisa bercerita panjang lebar hingga menulis buku berdasarkan pengalaman ini.

Kekhawatiran anda dan yang lain saat ini untuk mendaftar IM sama dengan kekahawatiran saya dulu. Khawatir tentang karir, keselamatan, keluarga, dan sebagainya. Namun alhamdulillah saya bisa melaluinya dengan selamat. Selain kekhawatiran, saya juga yakin bahwa hal yang akan sama adalah mengenai kesyukuran. Kesyukuran saya hari ini karena pernah menjadi PM juga akan anda katakan ketika lolos jadi PM nantinya.


Selamat mendaftar menjadi Pengajar Muda!

Selamat menginspiras!

Selamat menebar amal jariyah!

Dan, semoga sukses!


Catatan: Tips ini hanya berdasarkan perasaan, pengalaman dan pemikiran penulis. Tim IM dan penyeleksi lebih tahu alasan diloloskannya seseorang sebagai Pengajar Muda.


51 comments:

Rosyida said...

Terimakasih untuk ilmunya,,:)
kemarin saya daftar IM generasi XII mash mulai nulis essai,,,
Tapi saya belum lulus, status masih mahasiswa semster 7 menurut anda bagaimana?apakah saya cancel terlebih dahulu nunggu lulus atau bisakah sebelum lulus ikut IM?Terimakasih sebelumnya

Wahyuddin M.Y said...

Hi Rosyida,
maaf baru bisa balas.

Mungkin kamu gak lulus karena masih berstatus mahasiswa. Syarat jadi PM salah satunya adalah sudah lulus S1.

Menurut saya, baiknya kamu nunggu dan jadikan daftar IM sebagai salah satu pilihan utama pasca kuliah. Sambil itu, kamu sering2 kunjungi web IM dan baca cerita2 mereka. Mungkin dari sana kamu dapat informasi baru dan menginspirasi.

Thanks...

Vhindy is Galuh said...

Hi, Mas Wahyuddin,

Saya mau nanya nih tahun ini ( juli) saya akan berusia 27 tahun, ada beberapa cerita kalo pernah ada PM yang mendaftar usia 27 tahun dan alhmadulillah lolos ( 3 kali mencoba dan pas yang ketiga lolos). Hmm apa pernah ada yang PM usianya melebihi 28 atau 29?

Wahyuddin M.Y said...

Iya benar.. saya kenal beberapa diantaranya yg berumur lbh dari 25 th saat mendaftar dan lolos.. mungkin krn mereka bisa memperlihatkan bahwa mereka betul2 mau dan pantas jadi PM, bahkan ttp daftar walau sdh lbh 25th, sehingga mereka diterima. Asumsi saya bgitu.. Tapi yg berumur 29 th sy tdk tahu. Tapi kok nanya 29 thun ya, kan umurnya baru 27 nanti Juli ;)

baninda said...

Hallo mas.. Terimakasih untuk infonya :) Senang bisa tahu lebih banyak tentang pengalaman bagaimana menjadi PM.. Sangat menarik dan menginspirasi.. :)

Wahyuddin M.Y said...

Hi Ninda..
Thanks juga atas komentarnya. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dishare.

Cheers

HAIRIAH SABIRIN said...

Seru sekali mas ceritanya. Sy berniat untuk daftar PM. Sy harap sy akan lulus meskipun minim pengalaman organisasi ☺

hendrix agung said...

halo mas, saya mau bertanya. . . . waktu di tempat pengabdian apa kendala yang mas hadapi? terus apakah kita harus mengeluarkan biaya sendiri?

Wahyuddin M.Y said...

Saya doakan yg terbaik untukmu, Hairiah..
Kalau ada kesempatan, kamu bisa aktif berorganisasi, bukan hanya u/ daftar IM, tapi u/ belajar juga..

thanks sdh komen. ;)

Wahyuddin M.Y said...

Kalau kendala nggak ada.. tantangan yg banyak. Tapi alhamdulillh setahun lebih penugasan bisa selesai.

biaya hidup akan disediakan oleh IM. Tinggal kita yg alokasikan dgn bijak u/ transport, hidup, komunikasi, dll..

nasrulgeo said...

mau tanya mas, jika mengikuti tahap 2.. uang akomodasinya apa di sediakan oleh panitia IM?

Wahyuddin M.Y said...

Hi Nasrul

Akomodasi seleksi tahap 2 sepertinya tidak. Kalau tahap 3, biaya check up kesehatan yg diganti. Tapi pastinya check lagi peraturan terbaru, kalau tdk berubah berarti saya sudah benar..

thanks

Wahyu

Lutfiah Mariska said...

Assalamualaikum wr.wb.
mau tanya mas..saya mahasiswa semester akhir D3. Kira-kira boleh ndak kalau saya daftar IM ?
Tetapi pesyaratannya harus lulus S1.
Terimakasih

Evi Fanianti said...

Mas, apakah selama tugas sbg PM selama 1 tahun tersebut, kita boleh ijin 1 atau 2 hari untuk kembali ke rumah/asal karena harus menghadiri pernikahan kakak kandung. Tks

Anonymous said...

Terima kasih atas informasinya yang mencerahkan :)

Ludya said...

Assalamu Alaikum Wr.Wb.. Terimakasih untuk informasix/ilmux, saya ingin bertanya biasax pengumuman tahap pertama itu berapa hari setelah pendaftaran ditutup dan apakah semua informasi dari IM didapat hanya melalui Email?

Wahyuddin M.Y said...

Wslm wr.wb, Ludia..
sekitar sebulan, saya gak begitu ingat.. tapi sekitaran waktu itulah. Mengenai info, bisa didapat melalui website juga.. kalau itu berkaitan langsng dgn pendaftar, biasanya langsng diemail. Misalnya ttg ucapan kelulusan..

thanks for commenting..

Wahyuddin M.Y said...

Sama-sama..

thanks for visiting..

Wahyuddin M.Y said...

Saya dulu libur selama 10 hari saat libur skolah; saya pulang kampung saat itu.. kalo perturan masih sama, kita mmbg boleh libur beberapa hari tpi intinya tdk mngganggu tugas kita. Jadi kalau masalah plng krn ada nikahan, tnggal dikomunikasikan dgn pihak IM dan pihak di tempat bertugas.. asal jangan pulng nikah yah.. :)

Wahyuddin M.Y said...

Wslm wr.wb. mbak.
Sejauh yg saya tahu, yg boleh daftar minimal S1, berrti D3 belum boleh... :)

Arifa Nuri Rahmawati said...

Assalamualaikum Kak.
Saya Arifa, saya tidak lolos saat mendaftar menjadi pengajar muda XIII, mungkin di essay. APakah kaka bisa share ttg essay kaka?

Wahyuddin MY said...

Wslm wr wb.
Hi Arifa

Saya sudah singgung ttg essay di tulisan di atas.

Deasy Platini said...

Terima kasih mas buat pengalamannya.
Kira- kira kpn lagi dibuka IM utk angktan berikutnya...
Karena kbetulan saya baru di wisuda

Wahyuddin MY said...

Thanks sdh koment

Coba check di web nya. Googling aja indonesia memgajar.org

andri ani said...

assalamu alaikum saya mau tanya kapan lagi terbuka pendaftaran indonesia mengajar saya mau ikut tahun ini tapi kayax sudah tu2p n kalau boleh tau apa website dari indonesia mengajar









Wahyuddin MY said...

Wassalamualaikum wr.wb.
Hi Indri
Kurang tahu kapan dibuka. Biasanya dua kali setahun
Coba check di www.indonesiamengajar.org

muhammad andhitya said...

mas, apabila ipk saya tidak mencapai 3,00 itu bagaimana ya? masih bisa mendaftar?

Wahyuddin M.Y said...

Hu Andhitya
Thank for commenting


Yang namanya syarat administrasi harusnya memenuhi syarat IPK. Tapi kalau gak nyampai, coba aja daftar. Yang seleksi juga manusia, mungkin punya kebijakan dan pertimbangan yg sangat masuk akal sehingga IPK yg tak sampai bisa diabaikan...

nurul fadlilah sari said...

Assalamu'alaikum mas wahyu. Sebelumnya salam kenal, saya Nurul Fadlilah. Saya sangat berniat sekali untuk mengikuti program indonesia mengajar ini, jadi tulisan mas ini sangat membantu membuka sedikit pikiran saya terkait dengan proses rekrutmen IM. Disini terkadang saya masih bingung dengan cara penulisan essay, karena memang saya belum pernah melakukan hal tersebut. So, sekali lagi terimakasih atas informasinya mas.

Oiya saya juga hendak menanyakan terkait dengan lokasi penempatan PM, apakah nantinya kandidat PM diberi kewenangan untuk memilih lokasi penempatan atau ditempatkan secara otomatis oleh panitia penyelenggara?

Terimakasih mas.
Wassalamu'alaikum.

Wahyuddin M.Y said...

Wassalamualaikum wr.wb. Diya

Thanks sudah membaca.

Nanti saat pembagian lokasi penugasan, biasanya pertengahan waktu pelatihan, PM gak bisa memilih, termasuk gak bisa menentukan siapa yg akan menjadi teman se penempatannya. Itu sdh diatur oleh fasilitator pelatihan.. entahlah, apakah 100 persen di acak atau tidak, saya kurang yakin. Asumsi saya, mereka menetapkan PM sesuai dengan katakteristik kita dengan lokasi penempatan. Tapi ini hanya asumsi krn katanya diacak.

Tapi itu tidak penting menrut saya krn tiap lokasi pasti ada tantangannya dan banyak hal yg bisa dilalui, dinikmati dan diceritakan dri lolasi tsb.

Kalau mau, bisa search di youtube video proses pbagian lokasi penempatan PM.

Cheers...

Wahyuddin M.Y said...

Maksud saya Dhila🙏

setya fendi said...

Assalamu'alaikum wr wb

tulisan anda sangat menginspirasi saya.
Saya berharap dapat bergabung menjadi bagian dari pengajar muda.

apakah indonesia mengajar bisa menerima alumni s1 yang minim pengalaman kerja?
cara meyakinkan agar dapat diterima itu bagaimana??

saya Fendi Alumni UIN Jogja 2016

setya fendi said...

sama berapa lama waktu pendaftaran hingga benar benar ditempatkan di lokasi ??

Yeni Nur Afifah said...

maaf mas mau tanya. masa tugas IM itu berapa tahun ya? dan kalau seumpama di tengah masa tugas itu lolos beasiswa, bisa mengundurkan diri tidak? terima kasih

Wahyuddin M.Y said...

Hi Arifa...
Nanti saya bongkar2 file lagi, mungkin bisa saya share...

Wahyuddin M.Y said...

Wassalamualaikum wr.wb.

Hi.. coba aja daftar... saya dulu daftar juga minim pengalam kerja.. alhamdullilh lolos

Wahyuddin M.Y said...

Coba lihat di website IM pastinya...

lokasi penempatan dilakukan saat pertengahan mada pelatihan, yg diikuti oleh mereka yg sudah dinyatakan lolos tes..

Wahyuddin M.Y said...

1 tahun... bisa aja mundur ditengah penugasan, tapi dengan konsekuensi sebagaimana yg disepakati di surat kontrak...

Ayu Ashari said...

Hellloo Mas Wahyu, makasih banyak udah share info penting ini :)) infonya ngebantu banget, semoga kebaikan mas dibalas sama allah swt dengan rezeki yg melimpah.amiin.
Saya pengen banget jadi Pengajar Muda IM, tapi belum pernah FGD sebelumnya. Boleh minta saran ttg FGD?Sekali lagi terima kasih :)

yeyen fitri said...

Hallo mas wahyu slm kenal dr sy.
Mas klu kita lolos mnjadi PM, kontrak mengajarnya slama 1thn, lalu stlah masa kontrak habis adakah jenjang karir berikutnya atau berakhir bgitu saja?

Mariya Ulva said...

Assalamualaikum mas ,saya lulusan guru agama islam apakah bisa ikut program IM?? Terima kasih mohon di jawab ya hehe

Wahyuddin MY said...

Wassalamualaikum wr.wb.
Menurut saya sangat bisa...
Pastikan dengan lihat syaratnya di web IM..

Good luck...

Indah fitria dewi said...

Assalamualaikum mas,,, mas bisakah saya minta contoh essai milik mas ketika mendaftar menjadi PM di IM? Sebagai contoh bagaimana essai yang masuk kualifikasi IM. terimakasih mas

Arison Hendra said...

Hallo mas Wahyu,

Salam kenal saya Arison

Terimakasih telah berbagi info dan ilmunya mas
Sangat termotivasi ingin segera bergabung ke dalam PM batch selanjutnya. Saya mau bertanya bagaimana pendapat mas mengenai essay yang ditulis berkenaan dengan problem solving, dalam hal memilih konten, mnrut mas mana yang lebih layak apa pilihan kontennya terkait peran kita di lingkungan kerja atau peran di lingkungan organinsasi mas?

Terimakasi sebelumnya,

Wahyuddin MY said...

Hi Arison
Salam kenal..

Menurut saya, kedua-duanya layak, sebab penyeleksi mungkin tidak akan mempersoalkan konteks pengalaman kamu, apakah di lingkungan kerja atau organisasi. Bahkan lingkungan kerja dan organisasi kadang bisa dianggap sama. Kecuali jika pertanyaan/instruksi essay secara spesifik membedakan pengalaman organisasi/pekerjaan.

Karena menurut saya dua-duanya layak, saran saya pilih konteks yang lebih kompleks/berat masalahnya, peranmu lebih menonjol dalam penyelesaian masalahnya, dan/atau hasilnya/dampaknya lebih signifikan...

Atau jika memungkinkan, bisa tulis dua-duanya...

Sintiaa said...

Assalamualaikum mas wahyu, saya mendapat email reminder dari IM bahwa pendaftaran angkatan XV sudah dibuka. Sebelumnya mas Wahyu pernah bilang kalau pendaftaran IM diasakan setahun 2 kali, apakah tahun ini juga demikian?
Kalau boleh tahu, yg periode juni-juli sekarang pendaftaran pertama atau kedua?
Karena saya baru akan sidang skripsi di akhir2 pendaftaran, jadi takut SK kelulusan belum keluar sementara pendaftaran sudah ditutup.
Kira2 bagaimana ya?

Mohon pencerahannya,
Terimakasih.

Wahyuddin MY said...

Wasslm Sintiaa.
Iya benar, biasanya dua kali setahun.
Tapi lebih akuratnya lihat website IM atau email mereka, siapa tau ada perubahan.

Yang mana Periode pertama atau kedua saya juga tidak tahu. Tapi itu tidk penting. Yang penting adalah yang mana yang bisa diikuti.

Kalau sdh sidang dan semua nilai mata kuliah sdh keluar, berarti sdh bisa diketahui berapa IPK. Nah menurutku berarti sdh bisa isi aplikasi pendaftaran via online, krn disana blm harus lampirkan ijasah atau transkrip. Tapi biasanya ada kolom IPK yang harus diisi. Jika kondisinya seperti ini, mbak masih bisa daftar meski blm punya ijasah.

Perlu diingat ini cuma pendapat pribadi. Sekali lagi kalau mau akurat, cek website IM dan tanyakan langsung kepada kontak personnya.

Good luck...

Wahyuddin MY said...

Wassalamualaikum wr.wb. Indah
Salam kenal

Atas permintaanmu, saya buatlah tulisan essay saya ini. Semoga bermanfaat.

http://www.wahyuddinmy.com/2017/07/essay-seleksi-pengajar-muda-indonesia.html?m=1#more

Wahyuddin MY said...

Nggak ada jenjang karir, tapi bukan berarti berakhir begitu saja.
Kita akan bergabung di keluarga besar alumni yang tersebar di Indonesia dan dunia. Mereka setiap hari berkabar dan menyebar info yang mungkin berguna bagi kita sebagai alumni. Kadang juga ada perekrutan dari perusahaan tertentu yang jelas2 mensyaratkan alumni PM.. Dan secara pribadi, track record sebagai PM sangat berbobot di mata penilai seleksi organisasi apapun...

Thanks for commenting, Fitri..

Wahyuddin MY said...

Amin.
Makasih Ayu.

Tentang FGD, nanti saya nulis lagi. Mudah2an sempat.

Yang sempat saya tulis barulah essay saya saat daftar IM. http://www.wahyuddinmy.com/2017/07/essay-seleksi-pengajar-muda-indonesia.html?m=1#more

Dear Alisa said...

Halo Mas. Saya Lisa. Mas, saya lagi deg2an dan ga bisa tenang karena alhamdulillah keajaiban Allah, saya lolos essay/tahap pertama utk PM angkatan 18. Mas, maaf. Saya tanya tentang akomodasi juga. Karena jarak rumah dengan Jakarta lumayan jauh. Mas, sehabis Direct Assessment, kan ada medical check up. Apa tes kesehatan itu juga dilakukan di Jakarta tempat DA dulu?
Terimakasih dan salam kenal.