Tuesday, 25 July 2017

Putra Botteng Meraih M.Ed di the University of Adelaide, Australia*

Banyak orang berpikir bahwa kesuksesan pendidikan anak hanya ditentukan oleh peran guru di sekolah. Ketika seorang siswa memiliki performa akademik di bawah harapan maka yang paling mudah disalahkan adalah gurunya. Padahal, keberhasilan pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh aktor-aktor pendidikan yang lain khususnya orang tua murid. Sayangnya, peranan orang tua dalam pendidikan sering diabaikan termasuk oleh para pemangku kebijakan. Padahal, kontribusi aktif orang tua dalam pendidikan formal akan terwujud apabila pemangku kebijakan merencanakan dan memprogramkannya dengan serius.

Didasari pemikiran tersebut, Wahyuddin yang merupakan mahasiswa postgraduate jurusan Master of Education di the University of Adelaide, Australia mengambil tesis yang berjudul “Perceptions and Actions of Education Policy Makers at the District Level regarding Parental Engagement in Children’s Education. Penelitian kualitatif bimbingan Dr. Robert Matthews ini mengambil pemangku kebijakan di salah satu kabupaten di Indonesia pada awal tahun 2017 sebagai responden penelitian, yaitu bupati, kepala dinas pendidikan, camat, kepala desa dan kepala sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pembuat kebijakan di kabupaten ini, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat sekolah, memiliki persepsi yang tepat atau positif mengenai pentingnya pelibatan orang tua dalam pendidikan formal. Mereka percaya bahwa pelibatan orang tua bukan hanya bermanfaat untuk siswa saja tetapi juga sangat berguna untuk perkembangan sekolah, pemerintah daerah dan orang tua itu sendiri.

Sayangnya, penelitian ini lebih lanjut menemukan bahwa persepsi positif para pemangku kebijakan tersebut tidak diterjemahkan ke dalam kebijakan yang nyata. Dengan kata lain, walaupun mereka yakin bahwa pelibatan orang tua sangat krusial, dalam kenyataannya mereka tidak membuat sebuah program yang secara khusus ditujukan untuk melibatkan orang tua dalam pendidikan anak. Padahal, persepsi positif tersebut dapat dijadikan sebagai modal awal untuk menginisiasi dan menjalankan sebuah program pendidikan.

Tesis ini menghantarkan Wahyuddin pada penyelesaian postgraduate study di the University of Adelaide (School of Education, Faculty of Art), South Australia pada akhir semester pertama tahun ini (11/07/2017). Dengan demikian, putra asli Botteng yang lahir di Pasada Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju dari pasangan Muhammad Yunus dan Juani ini berhak meraih gelar Master of Education (M.Ed). Dia memperoleh IPK 6.31 dari skala 7.00 atau 3.94 dari skala 4.00 setelah dikonversi pada situs www.foreigncredits.com. Gelar ini melengkapi pendidikan strata satunya pada jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan yang diselesaikan di Universitas Negeri Makassar pada tahun 2011 silam.

Wahyuddin yang juga merupakan alumni Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar mengatakan bahwa penelitian ini bisa menjadi sumber motivasi bagi orang tua untuk aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka. Selain itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi para educational policy makers mulai dari bupati hingga kepala sekolah sehingga ke depannya mereka bisa memaksimalkan peranan orang tua dalam pendidikan melalui program yang terencana.

Secara personal, pencapaian ini sangat berarti baginya karena dia berasal dari Pasada yang merupakan salah satu dusun yang belum berkembang di Mamuju. Dia berharap, apa yang dilakukannya ini bisa memotivasi anak-anak dan pelajar-pelajar lain di daerah Botteng untuk terus berusaha meraih pendidikan tinggi seberat apapun tantangannya, baik di Sulawesi Barat maupun di provinsi lain di Indonesia, bahkan jika mungkin hingga ke luar negeri. Dengan cara ini, mereka bisa meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi kepada negara dan daerahnya.

Selama masa studinya di Adelaide, Wahyuddin menggunakan Beasiswa Pendidikan Indonesia yang juga populer dengan sebutan beasiswa LPDP setelah melalui seleksi yang sangat ketat. Beasiswa ini merupakan program pemerintah di bawah managemen Lembaga Pengelola Dana Pendidikan sebagai upaya mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan[ ]. 
 
*Sumber:
http://belajangbotteng.com/putra-botteng-meraih-m-ed-the-university-of-adelaide-australia/



Post a Comment